Berikut ini link-link untuk mengunduh kumpulan soal OSK Matematika SMA. Semoga bermanfaat :)
Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kota.
Paket Soal OSK Matematika SMA 2013
Kumpulan Soal OSK Matematika SMA Tahun 2002 - 2012
Soal Latihan Setara OSK Matematika SMA.
Soal Latihan Setara OSK Matematika SMA Paket 2
Pembahasan Soal Latihan Setara OSK Matematika SMA Paket 2
Jumat, 28 Maret 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Permata yang Sempat Memudar
Nyala api yang sempat padam
Kini kembali hangatkan diriku
Kepingan cinta yang pernah terserakkan
Sekarang kembali tersusun rapih
Seolah waktu tidaklah mampu
Hapuskan bayangmu direlungku
Dalam diam, kuterbangkan anganku
Tentang coretan masa lalu yang tak berlalu
Serangkai cerita yang takkan diceritakan
Mengenai masa yang tak pernah kamu anggap
Sehamparan perasaan yang tidak pernah kamu rasakan
Aku tak berharap sosokmu kembali
Menyita benakku dalam biusan rindu
Aku tak pernah ingin menghidupkan lagi
Segenggam rasa yang hampir mati
Tapi aku gagal
Tiap kali aku melihatmu
Dirimu semakin nyata dalam harapku
Ditiap percakapan yang tercipta
Rasa ini terus bertumbuh tak berbatas
Meskipun aku tau
Aku tidak akan pernah bisa mendapatkanmu
Aku tau
Kamu hanya akan menjadi mimpi indahku yang tak pernah kan
terwujud
Tapi sudahlah
Aku lelah memikirkannya
Aku lelah mengharapkan sesuatu yang semestinya tak
kuharapkan
Aku tau ku tak bisa mencegah rindu ini tuk tak bersemi
kembali
Biarlah bayangmu hadir dalam anganku
Menjadi permata yang sempat memudar
Oleh:
GARRY ARIEL
21 Maret 2014
Minggu, 23 Februari 2014
Andai Kau Tau
Waktu
terus berlalu
Gelisah
Sepi
rasanya hati ini
Lewati
hari-hari
Dengan
sosok dirimu
Yang
hanya ada di alam mimpiku
Inginku
Kau
tau isi hatiku
Kau
dapat rasakan
Rasa
cintaku ini
Andai
kau tau
Betapa
hampanya diriku
Kuharap
Fajar
pagi kan segera merekah
Tuk
bangunkan ku
Dari
mimpi ku ini
Memberikan
ku semangat baru
Tuk
mewujudkan mimpiku ini
Membuat
dirimu mengerti
Betapa
diriku
Mencintai
dirimu
CREATED BY:
GARRY ARIEL
5 MEI 2012
CREATED BY:
GARRY ARIEL
5 MEI 2012
Minggu, 19 Januari 2014
Cinta dalam Hati
Terbayang terus akan sosokmu
Melintas dalam keheningan
Berputar dalam ruang
Yang kusebut itu sebagai cinta
Mungkin kamu tak tau
Berapa keras ku mencoba
Betapa sulitnya bagiku
Tuk sedetik saja tak memikirkan dirimu
Aku menyimpan semuanya
Segala kenangan itu
Disaat hanya ada aku dan kamu
Dan langit sebagai saksi
Sungguh, masa yang sangat berarti
Meski tanpa ikatan
Walau hanya rasa yang mengalir satu arah
Tapi sungguh
Semua itu membuat diriku terpaku
Terbius dalam indahnya cuplikan masa lalu
Namun sekarang aku sadar
Waktu yang sudah takkan pernah kembali
Semua kisah telah menjadi sejarah
Aku menyesal
Untuk membiarkan rasa ini tenggelam
Membiarkan rasa ini tersembunyi
Dalam sebuah ruang hati
Namun tersisa satu pertanyaan:
Masihkah mungkin bagiku untuk mengungkap yang selama ini
tersembunyi?
CREATED BY:
GARRY ARIEL
15 JANUARI 2014
Selasa, 17 Desember 2013
Ada Aku Disini
Berlaksa aku mencoba
Berkali aku lakukan
Berjuta waktu pun telah menghilang
Hanya tuk tancapkan panah cinta ini dihatimu
Kirimkan sinyal pembawa pesan
Aku mencintaimu
Hati ini tak kuasa menahan rintihnya
Seraya berharap tuk bertemu sang pemilik
Ya, kamu yang jadi pujaan hatiku
Ingin kubebaskan rasa ini
Rindu yang menawan kalbuku
Tuk kusampaikan padamu
Oh sang pemilik cintaku
Tidakkah semua ini kamu rasakan?
Tidakkah engkau mengerti setiap tanda yang kuberikan?
Ataukah hatimu sepenuhnya tertutup
Oleh karena cintamu padanya?
Sungguh,
Aku ingin engkau menyadari
Bahwa ada aku disini
Dengan segenap ketulusan cintaku
Yang tertuju hanya untukmu
Tolong buka hatimu
Dan cobalah tuk rasakann hadirnya diriku disampingmu
Mungkin..
Aku memang tidak sehebat dirinya
Mungkin..
Aku tidak semenarik sososknya dalam pandangmu
Tapi satu hal yang harus kamu tau
Bahwa cintaku untukmu
Jauh lebih besar dari cintanya
Oleh :
Garry Ariel
17 Desember 2013
Jumat, 15 November 2013
Kekeliruan dalam Matematika (Mathematical Fallacy) *Bagian 2*
Hai guys!
2. Deret Infinit Divergen
Kekeliruan dalam hal ini terjadi dikarenakan kesalahan penggunaan konsep deret divergen. Berikut ini akan saya berikan contohnya.
* Misalkan bahwa 1 + 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ... = S, maka S - 1 = 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ...
* Kalikan persamaan awal dengan 2, kita dapatkan:
2S = 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ...
2S = S - 1
S = -1
Sehingga didapat nilai dari 1 + 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ... = -1
Bagi yang masih bingung dimana letak kesalahannya, silahkan cek pembahasan berikut! :D
3. Induksi Matematika
Kesalahan dalam hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaktelitian dalam menggunakan prinsip dasar dari induksi matematika. Perhatikan contoh berikut!
* Akan dibuktikan bahwa semua orang Indonesia memiliki umur yang sama.
Pernyataan S(n) : Pada setiap grup yang beranggotakan n orang, semuanya memiliki umur yang sama.
Dengan mengambil n adalah jumlah penduduk Indonesia, akan dibuktikan bahwa n penduduk Indonesia tersebut memiliki umur yang sama.
LANGKAH PEMBUKTIAN :
Langkah 1 : Pada setiap grup yang beranggotakan satu orang, semua orang yang didalamnya pasti memiliki umur yang sama (Ini sangatlah jelas, karena grup tersebut hanya terdiri dari satu orang).
Langkah 2 : Berdasarkan hal tersebut, kita dapatkan pernyataan S(1) adalah benar.
Langkah 3 : Pada tahap selanjutnya, akan dibuktikan bahwa jika S(n) untuk n = k benar, maka S(n) untuk n = k + 1 juga benar.
Langkah 4 : Untuk membuktikannya, dapat diasumsikan bahwa setiap grup yang beranggotakan k orang, semuanya memiliki umur yang sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap grup yang beranggotakan k + 1 orang , semuanya juga memiliki umur yang sama (sesuai langkah 3).
Langkah 5 : Misalkan bahwa G adalah grup yang terdiri dari k + 1 orang secara acak. Maka kita hanya perlu membuktikan bahwa orang-orang yang ada pada grup G memiliki umur yang sama.
Langkah 6 : Untuk membuktikannya, kita hanya perlu menunjukkan, bahwa untuk setiap 2 orang pada grup G yang dipilih secara acak (P dan Q) selalu memiliki umur yang sama.
Langkah 7 : Misalkan bahwa semua orang ada pada grup G kecuali P, maka akan terbentuk sebuah grup yang beranggotakan k orang. Dari sini kita tau bahwa semua orang Indonseia tersebut memiliki umur yang sama (karena pada langkah 4 sudah diasumsikan, bahwa setiap grup yang beranggotakan k orang, semuanya memiliki umur yang sama).
Langkah 8 : Misalkan bahwa semua orang ada pada grup G kecuali Q , maka kembali akan terbentuk grup beranggotakan k orang, yang berarti setiap orang yang ada didalamnya memiliki umur yang sama.
Langkah 9 : Misalkan R adalah orang lain di grup G selain dari P dan Q.
Langkah 10 : Karena Q dan R berada dalam satu grup berdasarkan langkah 7, berarti mereka memiliki umur yang sama.
Langkah 11 : Karena P dan R berada dalam satu grup berdasarkan langkah 7, berarti mereka memiliki umur yang sama.
Langkah 12 : Karena Q dan R berumur sama, serta P dan R juga berumur sama, maka dapat disimpulkan bahwa P dan Q berumur sama.
Langkah 13 : Karena kita berhasil membuktikan bahwa untuk setiap dua orang yang dipilih acak (P dan Q) pada grup G memiliki umur yang sama, maka dapat kita simpulkan bahwa semua orang yang berada pada grup G juga memiliki umur yang sama.
Langkah 14 : Sekarang, pembuktiannya sudah lengkap. Kita telah menunjukkan bahwa untuk n = 1, S(n) bernilai benar. Dan untuk setiap n = k benar, maka untuk n = k + 1 juga benar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan bernilai benar untuk setiap n.
Sudah menemukan letak kesalahannya? Jika sudah menemukan atau mungkin sudah menyerah, silahkan cek pembahasan berikut! :D
=========================================================================
Nah, itu tadi beberapa contoh kekeliruan yang terjadi dalam matematika. Masih banyak kekeliruan-kekeliruan yang lainnya. Dan untuk menghindari terjadinya kekeliruan-kekeliruan tersebut, sebaiknya dalam mempelajari sesuatu tidak hanya sekedar tau saja, melainkan benar-benar paham. Khususnya dalam bidang matematika, jangan kita hanya menghafalkan rumus-rumus saja, melainkan benar-benar memahami konsepnya dan mengetahui asal-muasal dari rumus-rumus tersebut. Sekian posting-an saya kali ini. Terimakasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat :))
Sepertinya sudah lama nggak nge-posting hal-hal yang berbau matematika. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan kembali post hal bertemakan matematika sekaligus melanjutkan post saya sebelumnya yang berjudul "Kekeliruan dalam Matematika (Mathematical Fallacy) *Bagian 1*". Udah pada penasaran kan? Langsung aja check this out guys! :)
=========================================================================
1. Akar Kuadrat Positif dan Negatif
Banyak orang melakukan kekeliruan dalam hal menarik akar kuadrat dari bentuk
. Dari bentuk ini, seharusnya diperoleh
. Namun banyak orang yang melakukan kekeliruan dengan hanya menarik nilai
tanpa melihat nilai negatifnya. Berikut ini adalah contohnya.
Banyak orang melakukan kekeliruan dalam hal menarik akar kuadrat dari bentuk
* Akan dibuktikan bahwa -1 = 1.
Pembahasan
Seperti pada penjelasan sebelumnya, bahwa setiap bentuk kuadrat
memiliki akar
. Sekarang perhatikan pada baris ke 4, terlihat bahwa nilai yang diambil hanya yang positif saja, padahal seharusnya juga dengan nilai negatifnya. Dan jika kita masukkan nilai
pada
, maka akan kita dapatkan ruas kanan bernilai -1 dan juga ruas kirinya bernilai -1.
2. Deret Infinit Divergen
Kekeliruan dalam hal ini terjadi dikarenakan kesalahan penggunaan konsep deret divergen. Berikut ini akan saya berikan contohnya.
* Misalkan bahwa 1 + 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ... = S, maka S - 1 = 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ...
* Kalikan persamaan awal dengan 2, kita dapatkan:
2S = 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ...
2S = S - 1
S = -1
Sehingga didapat nilai dari 1 + 2 + 4 + 8 + 16 + 32 + ... = -1
Bagi yang masih bingung dimana letak kesalahannya, silahkan cek pembahasan berikut! :D
Pembahasan
Suatu deret yang berupa deret divergen selalu akan menghasilkan nilai tak hingga atau minus tak hingga. Suatu deret dikatakan divergen, bila nilai mutlak dari rasionya lebih kecil dari 1. Dan karena rasio pada deret diatas adalah 2 (lebih besar dari 1), maka deret diatas merupakan deret divergen. Sehingga, kita tak perlu menghitungnya seperti kita menghitung suatu deret konvergen. Dan kita akan dapatkan hasil dari deret diatas adalah tak hingga.
3. Induksi Matematika
Kesalahan dalam hal ini biasanya disebabkan oleh ketidaktelitian dalam menggunakan prinsip dasar dari induksi matematika. Perhatikan contoh berikut!
* Akan dibuktikan bahwa semua orang Indonesia memiliki umur yang sama.
Pernyataan S(n) : Pada setiap grup yang beranggotakan n orang, semuanya memiliki umur yang sama.
Dengan mengambil n adalah jumlah penduduk Indonesia, akan dibuktikan bahwa n penduduk Indonesia tersebut memiliki umur yang sama.
LANGKAH PEMBUKTIAN :
Langkah 1 : Pada setiap grup yang beranggotakan satu orang, semua orang yang didalamnya pasti memiliki umur yang sama (Ini sangatlah jelas, karena grup tersebut hanya terdiri dari satu orang).
Langkah 2 : Berdasarkan hal tersebut, kita dapatkan pernyataan S(1) adalah benar.
Langkah 3 : Pada tahap selanjutnya, akan dibuktikan bahwa jika S(n) untuk n = k benar, maka S(n) untuk n = k + 1 juga benar.
Langkah 4 : Untuk membuktikannya, dapat diasumsikan bahwa setiap grup yang beranggotakan k orang, semuanya memiliki umur yang sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap grup yang beranggotakan k + 1 orang , semuanya juga memiliki umur yang sama (sesuai langkah 3).
Langkah 5 : Misalkan bahwa G adalah grup yang terdiri dari k + 1 orang secara acak. Maka kita hanya perlu membuktikan bahwa orang-orang yang ada pada grup G memiliki umur yang sama.
Langkah 6 : Untuk membuktikannya, kita hanya perlu menunjukkan, bahwa untuk setiap 2 orang pada grup G yang dipilih secara acak (P dan Q) selalu memiliki umur yang sama.
Langkah 7 : Misalkan bahwa semua orang ada pada grup G kecuali P, maka akan terbentuk sebuah grup yang beranggotakan k orang. Dari sini kita tau bahwa semua orang Indonseia tersebut memiliki umur yang sama (karena pada langkah 4 sudah diasumsikan, bahwa setiap grup yang beranggotakan k orang, semuanya memiliki umur yang sama).
Langkah 8 : Misalkan bahwa semua orang ada pada grup G kecuali Q , maka kembali akan terbentuk grup beranggotakan k orang, yang berarti setiap orang yang ada didalamnya memiliki umur yang sama.
Langkah 9 : Misalkan R adalah orang lain di grup G selain dari P dan Q.
Langkah 10 : Karena Q dan R berada dalam satu grup berdasarkan langkah 7, berarti mereka memiliki umur yang sama.
Langkah 11 : Karena P dan R berada dalam satu grup berdasarkan langkah 7, berarti mereka memiliki umur yang sama.
Langkah 12 : Karena Q dan R berumur sama, serta P dan R juga berumur sama, maka dapat disimpulkan bahwa P dan Q berumur sama.
Langkah 13 : Karena kita berhasil membuktikan bahwa untuk setiap dua orang yang dipilih acak (P dan Q) pada grup G memiliki umur yang sama, maka dapat kita simpulkan bahwa semua orang yang berada pada grup G juga memiliki umur yang sama.
Langkah 14 : Sekarang, pembuktiannya sudah lengkap. Kita telah menunjukkan bahwa untuk n = 1, S(n) bernilai benar. Dan untuk setiap n = k benar, maka untuk n = k + 1 juga benar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan bernilai benar untuk setiap n.
Sudah menemukan letak kesalahannya? Jika sudah menemukan atau mungkin sudah menyerah, silahkan cek pembahasan berikut! :D
Pembahasan
Jika kita perhatikan kembali langkah-langkah diatas, terlihat pembuktian dilakukan dengan mencoba menunjukkan bahwa jika setiap pasangan berumur sama, maka setiap grup yang beranggotakan 3 orang, 4 orang, 5 orang, sampai seterusnya akan berumur sama.
Namun yang menjadi permasalahan adalah, bahwa tidak benar jika setiap pasangan selalu berumur sama. Ini hanya benar, jika setiap grup hanya terdiri dari satu orang. Bagaimanapun, pembuktian ini menjadi salah disaat kita mencoba membuktikan bahwa setiap 2 orang (sepasang) selalu berumur sama. Jika P dan Q adalah pasangan, maka tidak ada orang ketiga R dalam pasangan tersebut untuk membuat argumen tersebut bekerja. Dan dengan demikian kita tidak dapat menyimpulkan bahwa P dan Q memiliki umur yang sama dengan membandingkannya dengan R.
Dan sesuai prinsip dari Induksi Matematika, bahwa proses pembuktian akan menjadi sah jika S(1) benar, S(1) berimplikasi pada S(2), S(2) berimplikasi pada S(3), dan seterusnya. Namun pada proses pembuktian dalam kasus ini, S(1) tidak berimplikasi pada S(2), yang menyebabkan pembuktian tersebut tidak sah.
=========================================================================
Nah, itu tadi beberapa contoh kekeliruan yang terjadi dalam matematika. Masih banyak kekeliruan-kekeliruan yang lainnya. Dan untuk menghindari terjadinya kekeliruan-kekeliruan tersebut, sebaiknya dalam mempelajari sesuatu tidak hanya sekedar tau saja, melainkan benar-benar paham. Khususnya dalam bidang matematika, jangan kita hanya menghafalkan rumus-rumus saja, melainkan benar-benar memahami konsepnya dan mengetahui asal-muasal dari rumus-rumus tersebut. Sekian posting-an saya kali ini. Terimakasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat :))
Rabu, 23 Oktober 2013
Tolong Mengertilah Rasa Ini
Menantimu
lewati sepanjang malam
Terpaku diam
di sudut ruang
Bersama
hadirnya cerminan wajahmu direlungku
Yang terus
menghantui dan penuhi benakku
Tumbuhkan
rasa penuh harap
Akan
bersatunya dua insan
Taukah
engkau, bahwa dirimu yang kumaksud?
Sadarkah
engkau, bahwa kaulah bintang di semestaku?
Yang menjadi
tujuan akhir perahu cintaku?
Menjadi
titik dalam susunan kisah cintaku?
Cobalah
pahami rasa ini
Rasakan
hadirnya diriku disampingmu
Disetiap waktu dimana hanya ada aku dan kamu
Dengan
cerita diantara kita
Dengan
segala canda tawa kita
Tolong
mengertilah akan perasaan hati ini
Sampai hanya
aku yang ada di benakmu
Hanya aku
yang kau mimpikan
Sampai aku
menjadi kisah bahagiamu
Yang kan
terus menemanimu
Dengan
seegenap ketulusan cintaku
CREATED BY:
GARRY ARIEL
28 SEPTEMBER
2013
Langganan:
Postingan (Atom)